aRtI SeBuaH CiNtA

September 19, 2005

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi,
dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas
tapi kamu tetap mencintainya,

Pernahkah kamu merasakan
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja,

demi seseorang yang kamu cintai
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli,
ataupun ia peduli dan mengerti

tapi ia tetap pergi.

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah.

aKu pernah,
aKu pernah tersenyum meski kuterluka
karena ’Ku yakin Tuhan tak menjadikannya untukKu,
aKu pernah menangis kala bahagia
karena ’Ku takut kebahagiaan cinta ini

akan sirna begitu saja,

aKu pernah bersedih kala bersamanya,
karena ’Ku takut aKu kan kehilangan dia suatu saat nanti
dan aKu juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki
danTuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukKu.

aKu tetap bisa mencintanya,
meski ia tak dapat ’Ku rengkuh dalam pelukanKu
karena memang cinta ada dalam jiwa,
dan bukan ada dalam raga……


Horeee

September 9, 2005

Tak terasa sudah…rasanya kemarin baru balik dari berlibur, eh….udah mo weekend lagi. Wah….betapa senengnya, horeeeee sesuk prei maneh hehehe. Weekend besok mo kemana lagi ya?? Yah…istirahat aja deh dirumah. Pegel2nya masih terasa nih :D. Habis berlibur panjang dari Jepara terus ke Jakarta. Hmm….sangat menyenangkan deh liburan kemarin.  Walaupun cuman sebentar ke Jakarta, tapi begitu sangat menyenangkan. Penginnya sie…tinggal lebih lama disana, tapi berhubung aKu punya tanggungan pekerjaan di sini, ya udah deh….. Kapan2 lagi aKu kesana. Tapi sayang sungguh disayang, gak bisa ketemu temen2 mereka pada mudik, kacian deh gua….:((


Pelabuhan

September 7, 2005

Karya : Tyas Tatanka

Kenapa tak pernah kau tambatkan,
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu
pelabuhan tenang yang mau menerima
kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada
satu pelabuhan kecil, yang kemudian
harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau,
buka tirai di sanubarimu,
dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.