Jepara I’m Coming
October 30, 2005Sesuk mudik sampe tgl 8 November. Akhirnya bisa melepaskan waktuku sejenak berkumpul with my family at Jepara.
Sesuk mudik sampe tgl 8 November. Akhirnya bisa melepaskan waktuku sejenak berkumpul with my family at Jepara.
Hari yang sangat melelahkan di akhir minggu.
Selama 2 hari ada job di lapangan alias training ke sipil n mipa. Hari2 yang sangat melelahkan, huehehe…
Hari ke-1 (kamis) training di sipil. Wuih…..selama di sipil sangat dibuat bingung deh. Why??? Banyak banget lontaran pertanyaan yang diajukan, banyak yang ngeyel, n juga kritikan2 n masukan buat kami agar lebih baik lagi menuju langkah selanjutnya. Yah meskipun ada yang ngeyel n sempet juga berdebat ma bapak2 senior kampus, semuanya bisa teratasi jua. Untung deh si ‘bapak’ bisa nemenin kami sampai selesai. Wah……klo nggak bisa mampus deh :D.
Hari ke-2 (jumat) training di mipa. Alumni mipa ngajarin dosennya sendiri :D. Beda banget pas waktu di sipil. Di mipa nggak banyak yang tanya. Hanya beberapa orang aja. Nggak sampe berdebat kayak di sipil deh. Orang2 mipa kan dah pada bisa, wis dong gitu deh. Hmm……disana ketemu juga sama kangmas raden R*** :p. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Rencanya sie sampe jam 2, berhubung banyak peserta yang minta klo acaranya hanya sampe jam 11.30 aja. Ya…usulan itu disetujui juga oleh panitia. So….bisa balik ke kantor lagi deh, n meneruskan pekerjaan yang tertunda :-).
—– Malique N d’Essentials ——
ketika kurasakan sudah
ada ruang di hatiku yg kau sentuh, ooh
dan ketika kusadari sudah
tak selalu indah cinta yg ada
mungkin memang ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku, ooh
adakah ku singgah di hatimu
mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu
bilakah ku mengganggu harimu
mungkin kau tak inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu
bila memang ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat kumiliki
salahkah ku bila kaulah yg ada di hatiku
kau yg ada di hatiku
bila cinta kita takkan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku, oh, singgah di hatimu
dan bilakah kau tahu
kaulah yg ada di hatiku
kau yg ada di hatiku
adakah ku di hatimu
Pernah mengamati bagaimana ulat menjadi kupu-kupu? Ulat harus berpuasa, menjadi kepompong, hingga ‘lahir’ kembali dalam wujud yang berbeda yaitu kupu-kupu. Perubahan wujud dari ulat menjadi kupu-kupu (metamorfosis) diikuti pula dengan perubahan peran di lingkungan. Yang semula ditakuti orang, berubah menjadi dicinta, dulu dijauhi, sekarang didekati, dulu menimbulkan bencana bagi bunga dan buah, kini membantu proses penyerbukan. Ulat, yang semula menyandang ‘nama besar’ sebagai biang masalah, berubah menjadi penopang keberlanjutan ketersediaan sumber daya.
Tidak beda jauh dengan ulat, hamba Allah yang lain, ayam, turut berpuasa demi keberlangsungan makro kosmos (semesta). Bayangkan, kalau mulai detik ini seluruh induk ayam (kampung) di seluruh dunia mogok tidak mau mengerami telur-telurnya. Maka, dapat dipastikan kita tidak bisa lagi menikmati telur goreng ceplok mata sapi, dan hangatnya paha ayam (kampung) bakar. Puasanya ayam dan ulat, adalah dalam rangka mentraktir lingkungannya, tentu saja termasuk kita. Tidakkah kita ingin mengikuti jejak kedua hamba Allah itu?!
Tak terasa kita telah memasuki bulan Ramadhan. Ada banyak harapan yang telah kita bangun sejak saat ini. Harapan untuk lebih dekat dan merasakan nikmat berinteraksi dengan yang Maha Berkehendak, harapan mendapat kasih sayang—Nya. Selama berpuasa kita berdo’a tidak hanya do’a untuk meminta rezeki, kenikmatan materi, fasilitas ataupun kenyamanan, tetapi do’a untuk meminta ridho, ampunan, dan jannah (surga). Sehingga setelah Ramadhan, memasuki 1 Syawal nanti, jasmani dan ruhani kita dalam keadaan fitrah, mendapat kekuatan baru untuk berkarya lebih baik.
Di luar Ramadhan sepanjang waktu kita berkomunikasi dengan benda-benda, menghadirkan hasrat fisik dan emosi dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dipenuhi dengan ilmu pengetahuan dan akal. Maka di bulan Ramadhan kita beribadah, bagian dari upaya menjalin komunikasi dengan rabbul ‘alamin, tempat dan semua asal dari segala klausal. Menghadirkan sifat-sifat Allah yang menghidupi, mencintai, mencipta dan penyabar.
Dengan berpuasa, pada saat berbuka kita menemukan betapa nilai fasilitas Allah sangat bernilai tinggi. Seteguk air putih bisa menghilangkan kedahagaan dan rasa lapar seharian. Dari sini timbul pemahaman dengan sempurna apa arti materi. Karena pada saat kita berfoya-foya justru menghilangkan nikmat dan kehilangan nilai. Produk orang berpuasa adalah manusia otentik, sanggup berucap sesuai dengan kenyataan, konsisten mengambil jarak dengan diri. Sanggup dan peduli melayani semesta alam. Timbulnya daya cipta terhadap kehidupan.
Saat berpuasa adalah saat berdialog dengan kenikmatan, berupa sikap untuk menunda. Nanti, nanti, nanti, demikian kata orang yang berpuasa ketika kenikmatan menghampiri. Berpuasa adalah kesanggupan untuk menunda kenikmatan. Puasa melatih kita untuk jujur, bersabar dengan kenikmatan meski terang-terang itu sudah menjadi hak kita. Puasa membuat kita berlaku konsekuen, toleran sabar dan malu. Dalam berpuasa di bulan Ramadhan kita diingat pada awal komunitas sosial kita, sebagai manusia yang tidak hanya berdimensi jasmani tapi ruhani, sudah terlalu banyak ketidakselarasan kita lakukan, kepada lingkungan, pada semesta terlebih kepada Tuhan.
Beribadah saat Ramadhan, adalah saat kita menjadi kepompong, dalam rangka menuju kupu-kupu.
NB : disadur dari eramuslim
—– Mariah Carey ——-
No I can’t forget this evening
or your face as you were leaving
but I guess that’s the way the story goes
you always smile but in your eyes your sorrow shows
yes it shows
No I can’t forget tomorrow
when I think of all my sorrow
when I had you there but then I let you go
and now it’s only fair that I should let you know
what you should know
I can’t live
if living is without you
I can’t live
I can’t give anymore
I can’t live
if living is without you
I can’t live
I can’t give anymore
No I can’t forget this evening
or your face as you were leaving
but I guess that’s just the way the story goes
you always smile but in your eyes your sorrow shows
yes it shows………..